Suara yang Tinggal Setelah Sunyi
Sebuah memoar tentang kehilangan, keberanian, dan belajar kembali mencintai hidup dalam sunyi.
Penerbit dan mitra distribusi buku.
Suara yang Tinggal Setelah Sunyi: Sebuah memoar tentang kehilangan, keberanian, dan belajar kembali mencintai hidup dalam sunyi
Memoar reflektif tentang perjalanan seorang perempuan menemukan kembali dirinya melalui tulisan setelah mengalami kehilangan pendengaran. Buku ini mengisahkan kenangan masa kecil, kecintaan terhadap cerita, perjalanan menjadi penulis, kehilangan, kesunyian, hingga keberanian untuk kembali berkarya.
Klik tombol beli untuk membuka WhatsApp dengan format pesan pemesanan yang sudah terisi otomatis.
Informasi buku.
- Judul
- Suara yang Tinggal Setelah Sunyi: Sebuah memoar tentang kehilangan, keberanian, dan belajar kembali mencintai hidup dalam sunyi
- ISBN
- 978-634-05-5660-5
- Penulis
- Intan Az
- Editor
- Tim CV. Mitra Setia Kita
- Penerbit
- CV. Mitra Setia Kita
- Kategori
- Memoar, Memoar inspiratif/ reflektif
- Ukuran
- 14,8 x 21 cm
- Halaman
- x+65 halaman
Suara yang Tinggal Setelah Sunyi adalah perjalanan seorang perempuan yang kembali menemukan dirinya melalui kata-kata. Berawal dari kenangan masa kecil bersama cerita sang nenek, kecintaan pada tulisan, hingga mimpi menjadi penulis yang sempat terkubur oleh perjalanan hidup. Ketika seseorang bernama Aksara hadir dan membuatnya kembali menulis, ia perlahan menemukan kembali jiwa penulis yang selama ini ia kira telah hilang. Namun, perjalanan itu tidak berhenti di sana. Ia kemudian harus menghadapi kehilangan pendengaran dan belajar menjalani dunia yang tidak lagi sama. Di tengah sunyi, ia menyadari bahwa tidak semua suara harus terdengar untuk tetap hidup. Sebagian suara tinggal dalam ingatan, sebagian menetap di hati, dan sebagian lainnya menemukan kehidupan baru melalui tulisan. Ini adalah kisah tentang kehilangan, kenangan, mimpi yang tertunda, dan keberanian untuk menemukan jalan pulang kepada diri sendiri. Karena mungkin, kita tidak selalu membutuhkan suara untuk didengar. Kadang, sebuah tulisan cukup untuk membuat hati seseorang merasa.
Memoar reflektif tentang perjalanan seorang perempuan menemukan kembali dirinya melalui tulisan setelah mengalami kehilangan pendengaran. Buku ini mengisahkan kenangan masa kecil, kecintaan terhadap cerita, perjalanan menjadi penulis, kehilangan, kesunyian, hingga keberanian untuk kembali berkarya.
Pesan buku melalui CV. Mitra Setia Kita.
Dapatkan informasi ketersediaan, biaya pengiriman, dan proses pembayaran melalui tim kami di WhatsApp.